Superscaler adalah service untuk melakukan autoscaling terhadap worker Supervisor. Service ini dirancang untuk menambah atau mengurangi jumlah proses worker di Supervisor secara otomatis sesuai dengan beban kerja yang masuk.
AWS menyediakan banyak layanan untuk membangun ekosistem containerized application di cloud. Opsi deployment disediakan dari yang paling mudah di App Runner, hingga yang paling kompleks di EKS. Bahkan, untuk CI/CD saja, disediakan CodePipeline, CodeBuild, CodeDeploy, dan CodeCatalyst. Tapi pada kenyataannya, tidak semua project butuh orkestrasi yang kompleks. Kadang, ECS ditambah dengan CodeBuild buildspec.yaml custom saja sudah lebih dari cukup untuk menangani seluruh lifecycle containermu.
Deepflow adalah zero-instrumentation fullstack observability tools berbasis eBPF.
Zero-instrumentation artinya tools ini dapat diimplementasikan tanpa menyentuh source code aplikasi sama sekali.
Fullstack artinya tools ini dapat melakukan Application Performance Monitoring, Distributed Tracing, Continuous Profiling, sekaligus Host Metrics Monitoring. Singkatnya, Deepflow bisa memantau performa aplikasi sekaligus servernya.
Wazuh adalah platform security open-source yang memiliki kapabilitas sebagai Security Information and Event Management (SIEM).
Sebagai SIEM, Wazuh bisa menjadi tempat penyimpanan dan pengolahan log yang tersentralisasi pada sistem SMSCrops, baik itu log dari sisi server maupun database. Log tersebut menyimpan informasi yang dianalisa Wazuh secara realtime untuk mendeteksi adanya security event.
Terkadang, aplikasi yang seharusnya dideploy dengan infrastruktur yang simple, malah didapati dengan over-engineering. Tidak semua aplikasi, khususnya container, butuh cluster Kubernetes yang kompleks. Beberapa hanya butuh infrastruktur yang simple namun scalable. Bagaimana ya, implementasinya di AWS?
Artikel ini adalah rangkuman dari presentasi POROS Filkom Study Group 2025. Berikut slide presentasi yang digunakan:
Previous Next
Belajar coding itu kadang melelahkan. Wajar kalau butuh jeda dari rutinitas debugging yang tidak ada habisnya. Tapi, bagaimana kalau jeda itu tetap bisa mengasah kemampuan coding? Kenapa tidak menggabungkan belajar dan hiburan dalam satu petualangan coding yang sepenuhnya gamified?